Warga Meninggal Terlambat Dirujuk, PMII Ternate Desak Pemkot Tambah Ambulans Laut BAHIM

TERNATE — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Ternate soroti keterbatasan fasilitas ambulans laut di Kota Ternate, Rabu (26/08/2026).
Sorotan ini disampaikan menyusul peristiwa tragis pada beberapa waktu lalu tepat di hari Rabu pagi, tanggal 8 Agustus 2026, ada peristiwa seorang warga Kelurahan Tafamutu, Kecamatan Pulau Moti, meninggal dunia di Puskesmas Perawatan Moti setelah menunggu proses evakuasi medis yang terlambat akibat ketiadaan armada transportasi darurat.
Pasien awalnya dilarikan ke puskesmas pada Rabu pagi dengan diagnosis pembengkakan pada kaki kanan. Setelah mendapatkan penanganan awal, tim medis menyatakan pasien harus segera dirujuk ke Rumah Sakit Dharma Ibu di pusat Kota Ternate pada pukul 08.30 WIT. Namun, hingga pukul 17.15 WIT, ambulans laut yang dinanti tidak kunjung datang hingga pasien akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sekretaris Cabang PMII Kota Ternate, Asrun Dosu, menilai peristiwa ini membuktikan bahwa pemerintah daerah abai terhadap keselamatan warga di wilayah pulau terluar. Keterbatasan fasilitas ambulans laut bukan sekadar persoalan transportasi, tetapi berkaitan langsung dengan kecepatan penanganan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan.
“Kejadian yang dialami harus menjadi atensi serius Pemerintah Kota Ternate. Ketika pasien telah mendapatkan penanganan tenaga medis dan direncanakan untuk dirujuk, ketersediaan ambulans laut semestinya mampu hadir memastikan proses evakuasi berjalan cepat, aman, dan tepat waktu,” katanya.
Asrun menilai, keterlambatan dan ketersediaan transportasi ambulans di pulau terluar, Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM) kerap terjadi. Menurutnya, persoalan ini jangan dianggap biasa karena menyangkut pelayanan publik dan keselamatan masyarakat.
Ia menganggap Pemerintah Kota Ternate harus hadir dan bertanggung jawab melakukan penambahan transportasi ambulans laut, serta evaluasi secara menyeluruh terhadap kesiapan operasional, mekanisme pemanggilan, hingga koordinasi dalam proses evakuasi pasien menuju fasilitas rujukan.
“Selama ini, pasien darurat dari wilayah-wilayah tersebut kerap kali harus bertaruh nyawa akibat keterlambatan proses evakuasi medis ke rumah rujukan di pusat Kota Ternate,” ujar Asrun.
Mewakili PC PMII Kota Ternate, Asrun juga mendesak Pemerintah Kota Ternate untuk secepatnya bertindak melakukan penambahan ambulans laut demi menjamin hak atas pelayanan kesehatan yang layak dan cepat bagi warga yang tinggal di wilayah pulau terluar, Hiri, Moti, dan Batang Dua. (MU4)

