Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah Haltim, 20 Titik Kebakaran Ditangani BPBD Dan Tim Gabungan

HALTIM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Timur dalam dua pekan terakhir. Hingga Rabu malam, 26 Agustus 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Timur mencatat lebih dari 20 titik api telah ditangani bersama tim gabungan dan masyarakat.
Sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran antara lain Desa Batu Raja, Tutuling Jaya, Cemara Jaya, Toboino/Tukur-Tukur, Kali Meja, Buli, Soalaipo, Wailukum, Jalan Gotowasi hingga kawasan Jalan Maba-Sagea.
Kebakaran yang terjadi sejak Selasa hingga Rabu malam kembali menyita perhatian petugas, terutama karena sebagian titik berada di kawasan dengan vegetasi kering dan kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.
Dari sejumlah titik tersebut, sebagian besar api telah berhasil dikendalikan dan dipadamkan oleh tim gabungan bersama masyarakat. Namun, satu titik di wilayah Desa Soalaipo masih menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di atas gunung sehingga membutuhkan penanganan ekstra dan waktu lebih lama.
Dalam proses pemadaman, tim di lapangan memanfaatkan berbagai sarana yang tersedia. Dukungan juga datang melalui mobil tangki air atau water truck milik Satpol PP serta kendaraan tangki dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Subaim dan Maba, di antaranya PT JAS, TID dan PT NKA.
Selain menggunakan suplai air dari kendaraan tangki, BPBD Kabupaten Halmahera Timur, TNI, POLRI bersama masyarakat turut menggunakan peralatan sederhana untuk memutus jalur rembetan api agar kobaran tidak meluas ke kawasan lainnya.
Koordinator Khulthura BPBD Kabupaten Halmahera Timur, Risdiyanto, mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh unsur, mengingat kondisi cuaca panas dan kering dapat membuat api dengan cepat merambat.
“Dalam dua minggu terakhir, kami sudah menangani lebih dari 20 titik api yang tersebar di beberapa wilayah Halmahera Timur. Penanganan dilakukan bersama tim gabungan dan masyarakat. Kondisi medan di beberapa lokasi cukup sulit, terutama titik yang berada di kawasan pegunungan,” ujar Risdiyanto. Kamis (27/08/26)
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam membantu petugas melakukan pengendalian api. Selain melakukan pemadaman, tim juga berupaya membuat sekat dan memutus jalur api untuk mencegah kobaran merembet semakin luas.
Risdiyanto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran ketika membuka maupun membersihkan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat asap atau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.
BPBD Halmahera Timur memastikan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi terjadi Karhutla terus dilakukan. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, perusahaan, relawan dan masyarakat dinilai sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas warga.
Hingga Rabu malam, satu titik di Desa Soalaipo masih dalam penanganan tim gabungan. Lokasi yang berada di atas gunung menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, sehingga proses pemadaman dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel.
BPBD kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan setiap kemunculan asap maupun titik api. Pencegahan dan respons cepat menjadi kunci agar Karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

