AMPP TOGAMMOLOKA Akan Gelar Aksi Simbolik Tolak Pinjaman Pemprov Malut Rp1 Triliun

TERNATE — Di tengah isu ambisi pinjaman Rp1 triliun oleh Gubernur Provinsi Maluku Utara yang kian menguat, Aliansi Mahasiswa Pemuda Pelajar (AMPP) Tobelo Galela Malifut Morotai Loloda Kao (TOGAMMOLOKA) Maluku Utara bersikap akan terus malakukan penolakan.
AMPP akan menggelar aksi simbolik bertajuk “Galang Dana Membantu Pemerintah Provinsi Maluku Utara” pada Selasa, 28 Juli 2026.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari aksi demonstrasi penolakan yang sebelumnya telah mereka lakukan di depan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara dan depan Sahid Bela Ternate (Kediaman Gubernur Malut) pada 22 Juli 2026 lalu.
Ketua AMPP TOGAMMOLOKA, M. Iram Galela, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal isu ini hingga Pemerintah Provinsi dan DPRD Maluku Utara sepakat membatalkan rencana pinjaman tersebut. Menurut Iram, pinjaman sebesar itu sangat membahayakan postur APBD yang saat ini sudah minim akibat efisiensi, serta rentan memicu praktik korupsi.
“Kondisi riil keuangan daerah saat ini belum stabil. Jika Maluku Utara dibebani utang Rp1 triliun, dampaknya akan sangat buruk, mengingat Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita masih sangat kecil,” ujar Iram, Senin (27/07/2026).
Iram menambahkan, hasil dari aksi pengumpulan dana masyarakat ini nantinya akan diserahkan secara resmi untuk dimasukkan ke Kas Daerah.
Selain aksi turun ke jalan, AMPP TOGAMMOLOKA juga telah melayangkan surat resmi ke DPRD Maluku Utara untuk meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP). Mereka menuntut ruang diskusi formal bersama lembaga legislatif tersebut.
“Kami berharap DPRD Maluku Utara bersedia hadir dan memiliki komitmen yang sama untuk berdiskusi demi kepentingan masyarakat serta masa depan daerah,” tutup Iram. (FP1).

