Fasilitas Umum Desa Toweka Rusak, Truk PT Niko Terancam Disita Warga

Kabel milik PLN dan WiFi putus juga tiang lampu jalan di Desa Toweka roboh.  (Foto: Adrisal Umar)

HALUT— Truk pengangkut buah kelapa milik PT Natural Indococonut Organik (Niko) yang hendak menuju Desa Ngidiho mengalami kecelakaan tunggal hingga merusak fasilitas umum di Desa Toweka, Kecamatan Galela, Kamis (06/08/2026).

Akibat insiden ini, kabel milik PLN dan tiang lampu jalan di Desa Toweka roboh. Tidak hanya itu, jaringan kabel WiFi sewa milik warga setempat juga putus total.

Insiden ini langsung memicu kemarahan besar dari warga sekitar yang menuntut pertanggungjawaban.

Adrisal Umar, salah satu pemilik usaha WiFi sewa di Desa Toweka, menyatakan, PT Niko wajib bertanggung jawab penuh atas seluruh kerugian yang ditimbulkan.

“PT Niko harus ganti rugi. Usaha WiFi ini salah satu mata pencaharian kami. Akibat kejadian ini, pastinya berpengaruh pada pendapatan kami,” tegas Adrisal.

Tuntutan senada juga disampaikan oleh Pemerintah Desa Toweka. Kepala Desa Toweka, Hairun Daenkelo, memberikan peringatan keras kepada pihak manajemen PT Niko untuk segera merespons insiden ini dengan melakukan perbaikan total.

“Tiang lampu jalan desa dan kabel-kabel semuanya rusak. Kami meminta pertanggungjawaban secepatnya dari PT Niko. Jika tidak segera diatensi, maka mobil truk yang bersangkutan akan kami tahan sebagai jaminan,” ujar Hairun tegas.

Mobil truk angkutan buah kelapa milik PT Niko (Foto: Adrisal Umar).

Ketegasan pihak pemerintah desa ini bukan tanpa alasan. Desa Toweka dijadwalkan menjadi tuan rumah pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tingkat kecamatan pada 17 Agustus 2026.

“Tahun ini rencana upacara HUT RI ke-81 akan dipusatkan di desa kami. Untuk itu, kami mendesak perusahaan segera mengambil langkah cepat agar fasilitas umum ini berfungsi kembali sebelum hari H,” tambah Kepala Desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Niko terkait langkah penanganan maupun ganti rugi atas insiden kecelakaan tersebut. Warga dan pemerintah desa berharap proses perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu dekat demi kelancaran aktivitas harian dan persiapan hari kemerdekaan. (AMB2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup